Kamis, 29 Mei 2014
Selasa, 20 Mei 2014
BlackBerry Tak Minat Bikin Ponsel "Murah"
KOMPAS.com -- Dengan harga kisaran Rp 2,2 juta atau sekitar 190 dollar AS, BlackBerry Z3 merupakan ponsel berbasis BlackBerry 10 yang paling terjangkau.
Di pasaran sendiri sebenarnya masih banyak smartphone (Android) lain yang dibanderol lebih murah. Namun, CEO John Chen mengatakan, pihaknya tak berminat membuat ponsel yang dihargai lebih rendah lagi untuk mengejar konsumen di segmen low-end.
"Saya tidak akan turun membuat ponsel dengan harga di bawah 100 dollar AS, paling tidak dalam jangka waktu dekat," ujar Chen dalam wawancara dengan The Wall Street Journalyang dikutip oleh BGR.
Dibandingkan dengan smartphone Android yang memadati pasaran, Chen meyakini bahwa ponsel BlackBerry masih memiliki daya tarik tersendiri.
"Keunggulan Android bukan terletak di kualitas ponsel, sementara BlackBerry memiliki (kualitas). Ponsel-ponsel BlackBerry selalu dibuat dengan baik. Kami menawarkan pengalaman BlackBerry Messenger yang hebat, juga sistem operasi yang hebat," imbuhnya.
Belum lagi, lanjut Chen, ponsel BlackBerry kini juga bisa menjalankan aplikasi Android. Dia mengatakan bahwa 98 persen aplikasi Android bisa berjalan di platform tersebut. "Konsumen muda suka segala macam aplikasi," ujar Chen.
Konsumen-konsumen di negara berkembang di Asia inilah yang disasar oleh BlackBerry melalui model ponsel macam BlackBerry Z3. Menurut Chen, kemitraan dengan pabrikan Foxconn telah memungkinkan BlackBerry menelurkan model-model smartphone yang dihargai kompetitif. "Kompetitif" di sini tentu tak sampai di bawah 100 dollar AS.
Baca juga postingan lainnya:
- Setajam Apa Jepretan Ponsel "41 MP" Lumia 1020?
- Perhatikan Hal Berikut Ini Untuk Menghindari Windows Bajakan
Minggu, 18 Mei 2014
Setajam Apa Jepretan Ponsel "41 MP" Lumia 1020?
Kini, Nokia telah memperkenalkan generasi lanjutan dari sensor tersebut, yang tertanam pada Lumia 1020. Smartphone satu ini menggunakan sistem operasi Windows Phone 8 dengan berbagai macam fitur, tetapi yang paling menonjol—dan memang sengaja ditonjolkan—adalah kemampuan kameranya.
Ukuran sensor baru itu lebih kecil 30 persen dibandingkan yang terdapat pada 808 PureView, yaitu 1/1,5 inci berbanding 1/1,2 inci, tetapi masih lebih besar daripada sensor 1/1,7 inci yang umumnya digunakan oleh kamera saku. Sensor yang lebih besar menjanjikan hasil foto yang lebih baik.
Angka 41 megapiksel di sini adalah spesifikasi jumlah piksel maksimum yang terdapat pada sensor. Kamera pada Lumia 1020 sendiri mampu menghasilkan foto paling besar berukuan 34 hingga 38 megapiksel (7712x4352 atau 7712x5360), tergantung aspect ratio gambar yang dipilih.
Produsen ponsel asal Finlandia ini pun segera merilis contoh-contoh hasil tangkapan foto yang dihasilkan Lumia 1020. Dalam resolusi penuh, ukurannya tergolong luar biasa, mencapai belasan megabyte per foto.
Untuk contoh hasil foto selengkapnya, termasuk dalam ukuran full-res berikut beberapa sampel gambar dengan pencahayaan rendah, kunjungi akun Flickr Lumia 1020 di tautanberikut ini.
Sweet spot
Nokia 1020 mampu menangkap foto dalam dua ukuran sekaligus, yaitu 34/38 megapiksel dan 5 megapiksel yang dihasilkan lewat teknik oversampling. Maksudnya, resolusi 34 atau 38 megapiksel tadi "dimampatkan" menjadi foto 5 megapiksel yang memiliki ketajaman lebih tinggi dibandingkan hasil foto 5 megapiksel dari kamera atau smartphone lain.
Untuk menggambarkan hal ini, Nokia menyajikan ilustrasi perbandingan hasil foto 5 megapiksel dari Lumia 1020 dan foto 5 megapiksel dari kamera "konvensional", seperti bisa dilihat di bawah.
Lalu, mengapa 5 megapiksel? Dalam penjelasan white paper mengenai teknologi kamera pada Lumia 1020, Nokia menjelaskan bahwa angka tersebut merupakan titik ideal atausweet spot, yang dalam hal itu foto bisa di-share dengan mudah sambil tetap mempertahankan kualitas. Foto 5 megapiksel Lumia 1020 diklaim memiliki hasil cetak bagus hingga ukuran A3.
Dengan mengurangi resolusi gambar menjadi 5 megapiksel, pengguna Lumia 1020 juga bisa melakukan digital zoom sebanyak 3x tanpa mengalami penurunan kualitas foto yang biasanya terjadi pada smartphone lain.
Penurunan kualitas itu terjadi karena digital zoom pada smartphone atau kamera lain bekerja dengan memotong resolusi gambar, lalu membesarkannya kembali ke resolusi "normal" sehingga hasil gambar tampak pecah, buram, dan tidak tajam. Lumia 1020 tidak perlu mengalami hal ini karena sedari awal memang menyediakan resolusi yang sangat tinggi.
Konsep yang mirip juga dusung oleh HTC melalui kamera "Ultrapixel" pada smartphoneHTC One yang hanya memiliki resolusi 4 megapiksel tetapi mampu menghasilkan foto berkualitas tinggi. Bedanya, HTC mencapai hal ini dengan memakai ukuran piksel (fotodiode) yang lebih besar dibandingkan sensor kamera smartphone pada umumnya.
Sejauh ini contoh hasil foto Lumia 1020 hanya sebatas beberapa sampel yang diedarkan oleh Nokia. Kemampuan sebenarnya dari kamera smartphone tersebut akan diketahui dengan lebih jelas begitu sudah banyak diulas nanti.
Baca juga postingan lainnya:
- BlackBerry Tak Minat Bikin Ponsel "Murah"
- Perhatikan Hal Berikut Ini Untuk Menghindari Windows Bajakan
